Gorontalo Galang Dana Pembangunan Pesantren Di AS

Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggalang dana untuk pembangunan pondok pesantren pertama yang akan didirikan di Amerika Serikat, yang diprakarsai oleh Nusantara Foundation.

Pemerintah Provinsi Gorontalo ingin memberikan dukungan untuk pembangunan pesantren Indonesia pertama di Amerika. Oleh karena itu, kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi semua pihak,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Darabadi di Gorontalo, Ahad (2/2/18).

Sebelumnya, pemprov menggelar penggalangan dana dalam acara makan malam yang dihadiri pejabat eselon II dan III di Pemprov Gorontalo, serta pejabat di pemda kabupaten dan kota, Sabtu. Penggalangan sana juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp186 juta.

Dana tersebut sepenuhnya disumbangkan untuk kelanjutan pembangunan pondok pesantren ini.

President Nusantara Foundation sekaligus Imam Masjid Islamic Center New York, Amerika, Imam Shamsi Ali menjelaskan, pembangunan Pesantren Indonesia pertama di Amerika sebagai bentuk upaya dakwah dan syiar Islam di negara lain.

Selain karena Islam semakin berkembang di Amerika, pesantren diharapkan bisa merubah paradigma warga Amerika yang menganggap Islam sebagai agama yang intoleran, teroris dan stigma negatif lainnya.

?Indonesia perlu kita tampilkan sebagai negara muslim terbesar di dunia. Terbesar tidak hanya dalam kuantitas, tapi juga kualitas. Salah satu kualitas bangsa sebagai muslim terbesar dengan menjadi pemain di gelanggang dakwah internasional. Salah satunya dengan mendirikan pondok pesantren di Amerika,? jelas Shamsi.

Pondok Pesantren yang dibangun Shamsi bersama Nusantara Foudation terletak di Kota Moodus, Connectitut, yang berjarak 120 km dari Kota New York.

Di lahan seluas 7,5 hektare tersebut sudah berdiri beberapa bangunan tua yang nantinya akan dijadikan pesantren.

Proses renovasi saat ini sedang berlangsung sambil menunggu donasi dari semua pihak, tidak terkecuali donasi dari umat muslim di Tanah Air.

Shamsi berharap pesantren itu tidak hanya menjadi sekolah bagi warga muslim Amerika, tapi juga wadah belajar para santri Indonesia. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here