Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan Bagi Ratusan Korban Banjir di Pohuwato

Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan pangan kepada 700 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Kecamatan Dengilo dan Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Rabu.

Penyerahan bantuan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dilakukan simbolis bertempat di aula kantor Desa Pentadu Kecamatan Paguat.

Banjir bandang yang menerjang dua kecamatan itu terjadi pada 8 Juli 2021, setelah hujan deras yang terjadi selama beberapa jam.

Akibatnya ratusan rumah terendam banjir, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Gubernur meminta warga setempat memperhatikan masalah kelestarian lingkungan.

Menurutnya salah satu penyebab banjir tidak lain karena ulah tangan manusia, yang melakukan pembalakan hutan dan penambangan.

“Di Pohuwato ini ada tiga wilayah pertambangan yaitu di Popayato, Taluduyunu, dan Dengilo. Ini warganya kita harus edukasi. Saya berencana membuat Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) jika sesuai. Harapannya rakyat tetap ada pendapatan dan tidak sembarangan merusak lingkungan,” katanya.

Terkait dengan rencana WPR tersebut, gubernur bersama mantan Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga sudah pernah berniat mengundang pihak Kementerian Lingkungan Hidup untuk datang ke Pohuwato.

Namun rencana tersebut ditunda karena pandemi COVID-19.

“Salah satu direkturnya sudah diutus ke sini, tapi karena masih covid jadi kami tunda dulu,” tambahnya.

Ia berharap bantuan pangan bersubsidi yang dibagikan bisa membantu meringankan beban warga terdampak banjir.

Rusli menjelaskan, Presiden Jokowi meminta agar anggaran bantuan pangan Rp15 triliun seluruh Indonesia bisa segera didistribusi, termasuk untuk Bantuan Langsung Tunai dan bantuan lainnya.

“Khusus bantuan bahan pangan bersubsidi oleh pemprov ini, kami bagikan kepada warga yang tidak menerima BLT, dana desa dan lain-lain. Supaya penerima tidak ganda, jangan itu itu terus yang dapat bantuan,” tukasnya.

Ia juga meminta tetap patuh menerapkan protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Ant)