Kadis Pangan Gorontalo minta warga cegah pemborosan pangan

Gorontalo – Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno, meminta masyarakat di daerah itu untuk mencegah pemborosan pangan, yang dapat dimulai dari tingkat keluarga.

Ia mengungkapkan kondisi masyarakat Gorontalo saat ini sebanyak 15 persen masih berada di garis kemiskinan, dari total 1,1 juta penduduk.

“Orang miskin masih kesulitan mengakses pangan, kondisi isi piring masyarakat belum memenuhi pola pangan harapan. Di sisi lain pemborosan masih terjadi, misalnya masih banyak sampah makanan yang terbuang,” ungkap Sutrisno, Senin, di Gorontalo.

Ia mengingatkan di daerah itu juga masih terdapat 29 persen balita stunting, yang mana satu dari tiga orang balita menderita stunting, sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah karena terkait kesehatan, pangan, dan gizi.

“Ini salah satu masalah pangan yang menjadi tantangan ke depan untuk diselesaikan. Minimal mengurangi permasalahan dengan berkolaborasi antara pemangku kepentingan dan seluruh lembaga,” katanya.

Adanya pemborosan pangan, kata dia, akan ikut memicu krisis pangan di daerah, nasional, maupun di dunia seperti kekhawatiran banyak negara.

Salah satu solusi yang ditempuh Dinas Pangan adalah mengampanyekan pemanfaatan halaman rumah masing-masing warga, untuk ditanami dengan tanaman pangan yang membantu memenuhi kebutuhan dapur.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nyoto Suwignyo mengatakan kebutuhan pangan adalah kebutuhan yang mendasar dan menjadi hak azasi manusia, sehingga tidak boleh ada seorang pun di dunia ini yang tidak makan.

Menurutnya pemerintah memiliki kewenangan mengatur pemangku kepentingan, serta memastikan pangan tersedia dan harga terjangkau.

Ia mengapresiasi pasar murah yang dilaksanakan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, karena memberi makna kehadiran pemerintah dalam penyediaan bahan pangan masyarakat dengan harga 50 persen lebih murah dari harga normal. (Ant)