Pemkab Gorontalo Utara Perketat Pengamanan Wilayah Pesisir Setelah Mudik Dilarang

Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memperketat pengamanan wilayah pesisir pantai terkait penerapan larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Pengamanan tidak hanya berlaku di pintu masuk darat Gorontalo-Sulawesi Utara di Atinggola-Bolmong Utara dan Gorontalo-Sulawesi Tengah di Tolinggula-Palele (Buol). Namun pengamanan melalui jalur laut di pesisir-pesisir pantai juga diterapkan,” kata Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin di Gorontalo, Jumat.

Ia mengatakan perlunya antisipasi masuknya pemudik yang bisa saja nekat menempuh jalur laut dari pesisir pantai Buko-Bolmong Utara menembus pantai Gentuma di wilayah timur kabupaten ini.

Serta dari pesisir pantai Palele ke pantai Buloila Kecamatan Sumalata di wilayah barat.

Pintu-pintu masuk ini diistilahkan ‘jalur tikus’ yang sangat potensial dilewati maka pengamanan dan penjagaannya pun diperketat.

Tujuannya untuk menjaga keamanan masyarakat itu sendiri sebab khawatirnya kalau nekat melintas akan berdampak pada keselamatan apalagi kalau hanya menumpang perahu kecil.

“Dikhawatirkan kalau memaksa masuk atau keluar melalui jalur laut, beberapa kendala bisa saja ditemui akibat cuaca maupun alat transportasi. Pemerintah daerah sangat tidak menginginkan kondisi ini terjadi,” katanya.

Olehnya ia mengimbau, agar sebaiknya masyarakat dari Gorontalo maupun dari perantauan untuk tidak nekat mudik.

“Kita bersabar dulu untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini, sambil terus berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir,” katanya pula.

Larangan mudik diterapkan untuk keselamatan dan kesehatan bersama sebab pandemi COVID-19 tidak boleh dikesampingkan. Ini masalah internasional yang perlu kita atasi bersama, imbuhnya. (Ant)