Dinkes Bantah Isu Pasien Positif COVID-19 Di Gorontalo

Gorontalo  – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo Misranda Nalole, Rabu, membantah adanya isu pasien positif virus corona baru atau COVID-19 di daerah tersebut.

“Isu yang mengatakan ada hasil rapid test seorang warga di Boalemo, itu hoaks. Sampai hari ini belum ada pasien positif COVID di Gorontalo. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Dinkes dan rumah sakit,” ungkapnya melalui konferensi pers daring yang digelar Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Gorontalo.

Hingga 1 April 2020, terdapar 27 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terdiri dari 11 orang dalam pengawasan dan 16 sudah selesai pengawasan.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2.209 orang, terdiri dari 1.212 dalam pemantauan dan 997 orang selesai dipantau.

Sebaran PDP di Gorontalo tertinggi ada di Kota Gorontalo yakni 9 PDP dan 705 ODP.

Jumlah tertinggi kedua adalah Kabupaten Gorontalo dengan 8 PDP dan 153 ODP, Kabupaten Gorontalo Utara 5 PDP dan 102 ODP, Kabupaten Boalemo 2 PDP dan 398 ODP,  Kabupaten Bone Bolango 2 PDP dan 47 ODP, serta Kabupaten Pohuwato 1 PDP dan 804 ODP.

“Tinggal dua provinsi di Indonesia yang masih negatif COVID-19 yakni Gorontalo dan NTT. Kami berharap masyarakat mempercayai informasi dari sumber resmi,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah menerima 2.400 alat rapid test yang didistribusi sesuai kebutuhan, yakni ke Rumah Saki Aloei Saboe (RSAS) sebagai rumah sakit rujukan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang ada di perbatasan.

“Jika ada kabupaten dan kota yang membutuhkan rapid test, silahkan menghubungi kami. Namun hasil rapid testnya harus dilaporkan ke kami,” ujarnya.(Ant)