Longsor Kembali Tutup Jalan Gorontalo Utara

Gorontalo – Musibah tanah longsor kembali menutup akses jalan di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Selasa.

“Curah hujan tinggi, ditambah struktur tanah yang kering atau mudah lepas, memicu longsor di wilayah ini tepatnya Dusun Polohungo, Desa Kasia, Kecamatan Sumalata,” ujar Kepala Desa Kasia Andri Usu di Gorontalo, Selasa.

Longsor tersebut sempat menutup akses transportasi di bagian barat, sebab tidak ada jalan alternatif.

Pemerintah desa dibantu warga serta pihak TNI dan Polri berhasil menyingkirkan longsoran tanah sepanjang 15 meter yang menutup badan jalan selama sekitar satu jam.

“Kondisi rawan longsor ini sudah kami sampaikan berulang kali ke pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sejak tahun 2018 lalu, namun hingga kini belum ada langkah cepat untuk mengatasinya,” ujar Andri.

Ia berharap, pemerintah daerah mempercepat penanganan lokasi rawan longsor, khususnya di desa itu, sebab mengancam kelancaran transportasi bahkan keamanan kendaraan yang melintas.

Sebanyak empat titik rawan longsor, kata ia, perlu penanganan secepatnya dari pemerintah daerah, di antaranya membangun tanggul pengaman, saluran air, serta reboisasi.

Menurut dia, perlu penanganan langsung dari pemerintah daerah untuk mengatasi rawan longsor di lintas Sulawesi bagian barat itu, mengingat memerlukan anggaran yang cukup besar.

“Penanganannya pun mendesak dan tidak bisa ditunda lama, sebab curah hujan tinggi bisa memicu longsor yang lebih besar,” ujarnya.

Longsor di wilayah Desa Kasia terjadi sejak pukul 05.30 Wita, akibat curah hujan yang tinggi di wilayah itu.

Pada Senin (11/2), tanah longsor juga menutup badan jalan di Desa Deme II, Kecamatan Sumalata Timur, di mana wilayahnya cukup berdekatan dengan Desa Kasia, Kecamatan Sumalata. (Ant)